
Sintang, Kalbar – Praktik dugaan monopoli pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang dilakukan oleh oknum tertentu mulai terkuak ke publik.
Aktivitas pengisian di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Abang Adek yang selama ini berjalan normal, ditengarai dimanfaatkan oleh aktor luar untuk meraup keuntungan pribadi secara ilegal.
Berdasarkan investigasi di lapangan, pasokan BBM jenis solar subsidi di lokasi tersebut diduga kuat dikuasai secara sepihak oleh seorang oknum berinisial KI2.
Dominasi tunggal KI2 dalam menyabotase alur keluar masuknya solar subsidi ini kini mulai memicu keresahan di kalangan konsumen dan pengantri lainnya.
Modus yang dijalankan KI2 terbilang rapi dengan memanfaatkan jaringan terselubung.
Sebagian besar armada kendaraan yang mengantre panjang di area sekitar SPBU setiap harinya, diketahui merupakan para pengantri suruhan yang bergerak di bawah kendali dan perintah langsung dari KI2.
Ironisnya, solar penugasan pemerintah yang seharusnya mengalir ke masyarakat kecil, justru ditampung massal oleh jaringan bentukan oknum tersebut.
Setelah berhasil dikumpulkan, BBM subsidi itu diduga kuat dijual kembali ke pihak industri atau pengecer ilegal dengan harga selangit, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Aksi sepihak ini kian benderang setelah beberapa pelaku di barisan antrean mulai berani buka suara.
Dua orang pengantri yang kerap beroperasi di lapangan, yakni D dan A, blak-blakan membongkar bahwa seluruh pergerakan mereka dikomandoi langsung oleh jaringan KI2 tanpa melibatkan pihak manajemen pangkalan.
“Kami langsung setor dengan Kiki bang, jadi kami setiap ada bongkar solar kami ambil jatah punya nya KK,” ujar narasumber D dan A saat memberikan pengakuan langsung di lapangan baru-baru ini.
Pengakuan ini menegaskan bahwa para pengantri siluman tersebut murni bergerak atas perintah personal dari Kiki alias KI2.
Mereka memanfaatkan momentum kedatangan truk tangki Pertamina di SPBU Abang Adek untuk langsung menguras volume solar dengan dalih mengambil jatah kelompok mereka sendiri.
Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih terus melakukan penelusuran mendalam guna mengungkap ke mana saja aliran solar subsidi hasil monopoli sepihak oleh KI2 tersebut bermuara, serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum terkait tindakan tegas terhadap oknum penimbun tersebut.
(TIM)
0 Komentar